Hukum  

GAGAL! PENYELUNDUPAN NARKOBA KE MEDAN, 3 PEREMPUAN BAWA 9 KG SABU & 800 VAPE DIJARING POLISI

GAGAL! PENYELUNDUPAN NARKOBA KE MEDAN, 3 PEREMPUAN BAWA 9 KG SABU & 800 VAPE DIJARING POLISI

ASAHAN – Upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar menuju Kota Medan berhasil digagalkan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Asahan. Tiga perempuan yang diduga berperan sebagai kurir ditangkap saat membawa 9 kilogram sabu-sabu dan 800 unit vape berisi cairan etomidate yang siap diedarkan.

Ketiga pelaku masing-masing berinisial M (44), H (35), dan F (43) ditangkap ketika menumpangi mobil travel yang melintas di wilayah Desa Sei Apung, Kecamatan Tanjung Balai Asahan.

Kasatresnarkoba Polres Asahan AKP Gunawan Effendi menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya pengiriman narkoba dari wilayah pesisir menuju Medan. “Petugas menerima informasi terkait peredaran narkotika dan langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi kendaraan yang digunakan para pelaku,” ujarnya.

Setelah melakukan pembuntutan, polisi menghentikan mobil travel yang dicurigai dan memeriksa seluruh penumpang beserta barang bawaan. Dari hasil penggeledahan, ditemukan paket sabu dan ratusan vape narkotika yang disembunyikan di dalam tas milik para pelaku. “Para kurir dijanjikan upah puluhan juta rupiah untuk membawa dan menyerahkan barang tersebut ke tujuan,” jelas Gunawan.

Polisi menduga ketiga perempuan tersebut merupakan bagian dari jaringan peredaran narkotika yang lebih besar, sehingga penyidik masih terus mengembangkan kasus untuk mengungkap aktor utama serta jalur distribusi yang digunakan sindikat tersebut. Selain itu, polisi juga membawa sopir travel dan seorang penumpang lainnya untuk dimintai keterangan guna memastikan apakah mereka mengetahui atau terlibat dalam pengiriman narkoba.

Kasus ini menambah daftar panjang pengungkapan peredaran sabu dan vape mengandung etomidate di Sumatera Utara. Modus penggunaan kurir perempuan dinilai menjadi salah satu strategi jaringan narkotika untuk mengelabui petugas selama proses distribusi. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini