“Tragedi Berdarah di Bandara Langgur: Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam Jelang Musda”

Maluku Tenggara, Jejakkejahatan.web.id — Peristiwa tragis mengguncang wilayah Kabupaten Maluku Tenggara setelah seorang tokoh politik lokal, Drs. Agrapinus Rumatora, dilaporkan meninggal dunia akibat aksi penikaman yang terjadi di area publik. Insiden tersebut berlangsung pada Minggu, 19 April 2026, sekitar pukul 11.20 WIT di Bandara Karel Sadsuitubun, yang menjadi pintu masuk utama wilayah tersebut.

Korban diketahui baru saja tiba menggunakan penerbangan dari Bandara Pattimura dan mendarat sekitar pukul 11.00 WIT. Kedatangannya disambut oleh keluarga di area kedatangan bandara. Situasi awal dilaporkan berlangsung normal hingga beberapa menit kemudian terjadi insiden yang tidak terduga.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, seorang pria tak dikenal yang mengenakan jaket merah dan penutup wajah tiba-tiba mendekati korban dan langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Aksi tersebut terjadi dengan cepat dan menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi kejadian yang saat itu cukup ramai oleh aktivitas penumpang.

Upaya perlawanan sempat dilakukan oleh anggota keluarga korban yang berada di lokasi. Salah satu kerabat bahkan berhasil menangkap pelaku dan menjatuhkannya. Namun, pelaku berhasil melepaskan diri dan melarikan diri dari tempat kejadian, sebelum akhirnya dilakukan pengejaran oleh pihak berwenang.

Dalam kondisi terluka parah, korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam area bandara. Namun, ia terjatuh di sekitar pintu keluar dan segera mendapatkan pertolongan dari petugas bandara serta masyarakat yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun sekitar pukul 11.35 WIT untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Setibanya di rumah sakit sekitar pukul 11.55 WIT, tim medis langsung melakukan upaya penyelamatan terhadap korban.

Namun demikian, meskipun telah mendapatkan penanganan dari tenaga medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Sekitar pukul 12.00 WIT, dokter yang menangani menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia akibat luka tusuk serius pada bagian dada dan leher.

Identitas korban diketahui sebagai Drs. Agrapinus Rumatora, seorang tokoh politik yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara. Ia berusia 59 tahun dan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan politik serta organisasi di daerah tersebut.

Sementara itu, aparat kepolisian dari Polres Maluku Tenggara dilaporkan telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi penikaman tersebut. Keduanya masing-masing berinisial H.R. (38), yang diketahui berprofesi sebagai atlet, serta F.U. (35), seorang pekerja swasta.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap motif di balik kejadian tersebut. Aparat juga tengah mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antara insiden ini dengan dinamika politik lokal yang tengah berkembang.

Diketahui, kedatangan korban ke Maluku Tenggara berkaitan dengan agenda Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026. Agenda tersebut menjadi momen penting dalam menentukan kepemimpinan partai untuk periode mendatang.

Dalam konteks tersebut, beredar informasi mengenai adanya persaingan antara dua kandidat yang akan memperebutkan posisi Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara. Namun demikian, pihak berwenang belum memberikan konfirmasi resmi terkait keterkaitan langsung antara persaingan tersebut dengan insiden penikaman yang terjadi.

Sejumlah pihak, termasuk unsur TNI dan aparat keamanan setempat, telah mengimbau masyarakat serta keluarga korban untuk tetap menahan diri dan tidak terprovokasi oleh berbagai spekulasi yang beredar. Langkah ini dinilai penting guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Maluku Tenggara.

Hingga saat ini, jenazah korban masih berada di rumah sakit setempat sambil menunggu kedatangan pihak keluarga dari luar daerah. Rencana pemakaman akan ditentukan setelah seluruh keluarga berkumpul, sementara aparat keamanan terus melakukan langkah-langkah pengamanan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas pascakejadian tersebut.

Editor: Ipan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *