
Jejakkejahatan, Jakarta– Proyek pembangunan saluran drainase senilai Rp4,2 miliar di Jalan Kelapa Hijau, Jagakarsa, Jakarta Selatan, diduga fiktif. Pantauan pada Rabu (20/5/2026) pukul 19.20 WIB, lokasi proyek sepi tanpa satu pun pekerja atau aktivitas konstruksi.Padahal, berdasarkan papan proyek milik Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, pekerjaan sudah berjalan sejak 30 April 2026. Proyek bernama Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Drainase dengan nilai kontrak Rp4.205.692.373 itu dijadwalkan rampung 28 Juli 2026.Pekerja Nihil, Progres DipertanyakanPapan informasi terpasang di depan pagar hitam tertutup di Jalan Kelapa Hijau No. 29, Kecamatan Jagakarsa. Namun malam itu tidak terlihat galian, material, alat berat, maupun pekerja di sekitar lokasi. Kondisi ini memunculkan dugaan ‘proyek siluman’ – proyek yang berjalan di atas kertas tapi nihil fisik di lapangan. Padahal waktu pelaksanaan sudah berjalan 20 hari sejak SPMK diterbitkan 30 April 2026.*Data Proyek:*- *Pelaksana*: PT Lintang Anugerah Pratama- *Nilai Kontrak*: Rp4.205.692.373,00- *Tahun Anggaran*: 2026- *Lokasi*: Gg. Langgar III dan Jl. Kelapa Hijau, Jagakarsa- *Waktu*: 30 April – 28 Juli 2026- *Satker*: Sudin SDA Jakarta Selatan Langgar Aturan Transparansi Sesuai Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pelaksana wajib menjalankan pekerjaan sesuai jadwal dalam kontrak. Keterlambatan tanpa alasan dapat dikenakan denda dan pemutusan kontrak. UU no 2 tahun 2017, mengatur penyelenggaraan pembinaan pengawasan jasa dan konstruksi.. Ketidakhadiran pekerja juga melanggar UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Masyarakat berhak mengawasi proyek APBD, namun tidak ada aktivitas yang bisa diawasi.Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan dan PT Lintang Anugerah Pratama belum memberikan keterangan terkait kosongnya lokasi proyek yang sudah memasuki hari ke-21 masa pelaksanaan.








