Masalah Sampah di Kecamatan Kaliwedi Cirebon Barat: Warga Tuntut Penanganan Nyata Pemerintah Daerah
KAB CIREBON – Pemandangan tumpukan sampah seolah sudah menjadi hal yang biasa dan tidak lagi terasa asing bagi masyarakat desa yang kebetulan lewat, khususnya di wilayah Cirebon Barat, tepatnya di Kecamatan Kaliwedi.(12/06/2026)
Namun, di balik kebiasaan itu, muncul pertanyaan besar: sampai kapan warga harus bertahan hidup di lingkungan yang dipenuhi bau menyengat dan pemandangan yang tidak sedap dipandang mata.
Hingga kini, masalah persampahan di wilayah tersebut belum menemukan titik terang. Warga menyatakan bahwa mereka sangat mengharapkan perhatian dan penanganan serius dari pemerintah serta pejabat berwenang.
Padahal, sebagian besar masyarakat sudah menunjukkan sikap tertib: mereka mengumpulkan sampah di depan rumah masing-masing, kemudian diambil oleh petugas untuk dibawa ke tempat pembuangan yang telah disediakan dan letaknya cukup jauh dari pemukiman warga.
Namun, beragamnya jenis sampah menjadi tantangan tersendiri. Ada sampah yang bisa dimusnahkan dengan cara dibakar, tetapi tidak sedikit pula yang sulit terurai dan tidak dapat dibakar. Akibatnya, seiring berjalannya waktu, sampah-sampah tersebut terus menumpuk di bahu jalan serta di tempat pembuangan sementara (TPS) dengan tidak berkurang dengan sendirinya.
Banyak warga yang mempertanyakan kejelasan penanganan ini. “Apakah dengan berjalannya waktu tumpukan sampah ini akan terselesaikan Atau permasalahan ini hanya akan menjadi cerita belaka tanpa ada solusi dan campur tangan nyata dari pemerintah daerah” tanya warga.
Mereka juga menyadari bahwa cara penanganan yang ada saat ini belum cukup. “Jangan harap sampah ini akan hilang dengan sendirinya jika hanya mengandalkan pembakaran di tempat saja,” tegas salah seorang warga.
Warga berharap pemerintah segera menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang terencana dan berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan cara sederhana yang tidak menyelesaikan akar masalah.
Lingkungan yang bersih dan sehat adalah hak setiap warga, sehingga penanganan yang serius dan terkoordinasi sangat dinantikan.
Penulis: Turah/mangbetu










