Kisruh Mutasi Kepala Sekolah: Fahmi Berani Lawan Penguasa, “Saya Tunggu Bukti Pelanggaran Senin Depan!”

MERANGIN – Suara lantang dan tegas menggema dari gedung DPRD Kabupaten Merangin. Ahmad Fahmi, Wakil Ketua II DPRD Merangin, angkat bicara keras menanggapi kisruh pelantikan dan pemindahan tugas 237 kepala sekolah yang menuai protes luas pada Sabtu (06/06/2026) di Aula Rumah Dinas Bupati. Tidak bertele-tele, Fahmi langsung memberikan jalan terang bagi para pendidik yang merasa tertindas, sekaligus menantang kebijakan yang dinilai penuh kepincangan itu.

Menurut Fahmi, kebijakan mutasi besar-besaran yang memindahkan para kepala sekolah ke lokasi yang sangat jauh, lintas kecamatan bahkan ke pelosok daerah, sangat tidak manusiawi dan berbau permainan. Ia mengaku siap menjadi tameng utama dan berjanji akan bertindak tegas jika ditemukan pelanggaran dalam proses penempatan tersebut.

“Silahkan bagi bapak ibu guru, kepala sekolah yang merasa dirugikan, terzalimi, atau dipindahkan secara sepihak tanpa alasan yang jelas, datanglah langsung ke ruangan saya pada hari Senin pagi, tanggal 8 Juni 2026. Bawalah segala bukti dan dokumen yang ada. Kalau terbukti ada pelanggaran, ada penyimpangan, atau ada permainan, saya pastikan kita akan tindak lanjut sesuai aturan main dan hukum yang berlaku,” tegas Fahmi saat ditemui wartawan, dengan nada suara yang berapi-api.

Pernyataan Fahmi ini menjadi angin segar sekaligus teguran keras bagi pemerintah daerah. Ia tak ragu memilih posisi membela rakyat meski harus berhadapan dengan kekuasaan.

“Saya lebih baik dibenci Bupati daripada membiarkan rakyat saya terzolimi oleh permainan di luar aturan hukum. Masak iya ada orang yang sudah tua, kondisinya sudah renta, sebentar lagi mau pensiun, malah dilempar dan ditugaskan ke daerah yang sangat jauh, medan berat, dan sulit dijangkau? Apa alasannya? Apakah cuma gara-gara mereka tidak mau ikut permainan setoran? Itu tidak benar dan tidak boleh terjadi!” seru Fahmi dengan nada marah.

Politisi yang dikenal berkarakter tegas ini menegaskan, jika dugaan praktik buruk dan penempatan yang tidak masuk akal itu terbukti dan dilengkapi bukti kuat, ia tidak akan mundur selangkah pun.

“Kalau memang benar ini terjadi dan ada buktinya, saya yang akan pasang badan. Saya akan berdiri paling depan membela keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh kepala sekolah yang merasa terzalimi. Sekali lagi saya tegaskan: saya menerima dan menunggu pengaduan bapak ibu semua pada Senin depan,” tambahnya.

Di akhir pernyataan, Fahmi mengaku tak peduli meski gaya perjuangannya sering dianggap arogan atau keras oleh pihak lain. Baginya, perjuangan membela hak rakyat adalah kewajiban utama, meski harus melawan penguasa sekalipun.

“Percayalah, saya akan tetap berjuang keras membela rakyat saya. Walaupun saya dibilang bergaya arogan, itu tidak perduli bagi saya. Bagi saya, jika rakyat saya tidak mendapatkan keadilan yang benar, maka saya akan tetap melawan, siapapun penguasanya. Keadilan harus dijunjung, bukan dibeli atau dipermainkan,” pungkas Ahmad Fahmi, menutup keterangannya dengan penuh keyakinan.

Kini, mata publik dan dunia pendidikan Merangin tertuju pada hari Senin nanti. Akankah pengaduan yang masuk membongkar fakta besar di balik kisruh mutasi ini?( Rdy )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini