Jangan Biarkan Petani Sawit Menjadi Korban Permainan Tata Niaga
PETANI padi pernah menjadi manusia paling mederita dunia dan akhirat. Pupuk mahal, ditambah lagi begitu musim panen tiba, beras impor datang membanjiri negeri. Tidak ada kebijakan pemerintah yang lebih kejam selain pemiskinan struktural itu. Petani sawit, apa juga dibegitukan? Lagi khusuk-khusuknya bersyukur kepada tuhan, harga kisaran Rp 3.000-an per Kg, panen dua minggu sekali, eh tiba-tiba anjlok tajam seketika. Kurang bersyukur apa, wong lagi bersyukur kok malah dihantam musibah turun harga begini. Cape dech.. **Kata netizen, harga sawit hancur gara-gara pidato Prabrowo mau ngatur ekspor minyak sawit. Begitu pidato di rapat paripurna DPR itu, harga sawit di tingkat petani langsung melorot tidak kira-kira. Dari dekat Rp 3.000 menjadi Rp 1.700 per kg. Presiden Jokowi pernah melarang ekspor sawit, untuk melawan dominasi negara-negara barat, pun harga jual buah sawit petani turun drastis. Bahkan minyak goreng hilang di pasar. Pengusaha-pengusaha brengsek ramai-ramai menggebuk pemerintah. Minyak goreng disimpannya di gudang-gudang dan diselundupkan ke luar negeri.Akhirnya Jokowi berhasil. Negara yang sombong-sombong itu seakan ngeper, lalu mau negosiasi. Harga kemudian naik lagi, bahkan lebih tinggi dari sebelumnya, sampai Rp 4.000 lebih per kg.Lantas Jokowi dipuja-puja lagi. Keran ekspor sawit pun dibuka kembali. **Sekarang harga gabah padi umumnya tidak lagi terombang-ambing. Kini sudah stabil rata-rata Rp 6.000 – Rp 6.500 per kg, ditingkat petani. Pupuk ada di kios-kios dekat petani. Harganya rendah, seratusan ribu sekarung. Biaya bercocok tanam menjadi murah. Petani relatif untung. Itu dampak baik kebijakan tata niaga beras. Larangan impor, kepastian pupuk, alat teknologi pertanian, dan ketentuan batas bawah harga gabah. Terima kasih pemerintah tidak lagi menganiaya petani padi. Terima kasih Presiden Prabrowo. Jangan lagi pemerintah ulangi menindas petani padi. **LANJUTKAN kebijakan tata niaga sawit itu Pak Presiden, jika yakin itu benar. Presiden Prabrowo berulang kali berkata ia yakin dia di pihak yang benar. Beberapa tahun silam, harga sawit pernah anjlok lebih parah, dibawah seribu; Rp 250 per kg. Gara-gara Rp 250, Decky Yamin dulu bangkrut. Kebunnya dijual habis. Tapi sekarang dia sudah jadi juragan lagi, dengan bisnis barunya.Jangan ragu, Pak Presiden. Gaspol saja itu. Soal negara barat yang sombong melangkah itu lawan saja. Dolar-dolar itu, apa itu. Masa kau Kopasus takut dolar. Pengusaha-pengusaha brengsek, sihat habis, Pak. Paling tiga-empat bulan mereka kuat mengobok-obok harga sawit, setelah itu keok. Jangan bae kau malah ikut main mafia.
Ketika nanti waktunya tiba, kau tetapkanlah ketentuan harga sawit itu yang membuat petani tersenyum, pengusaha bahagia, dan semua bersuka-cita.
Bukankah itu cita-citamu Pak Presiden
Mau membahagiakan rakyat Indonesia.
Kalau itu sudah, kata mu baru setelah itu engkau mau mati menghadap tuhan dengan tenang.












