DI BELAKANG ISLAMIC CENTER KM 5 BELAMBANGAN UMPU: TIANG PENYANGGA PT GIHON DISAMBAR PETIR, WARGA ALAMI KERUGIAN BESAR RATUSAN ALAT ELEKTRONIK RUSAK

DI BELAKANG ISLAMIC CENTER KM 5 BELAMBANGAN UMPU: TIANG PENYANGGA PT GIHON DISAMBAR PETIR, WARGA ALAMI KERUGIAN BESAR, RATUSAN ALAT ELEKTRONIK RUSAK

Jejak kejahatan web.id Belambangan Umpu, 21 Mei 2026 – Kepanikan dan kerugian materi melanda warga sekitar kawasan Kilometer 5, Kelurahan Belambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Lampung, tadi malam. Pasalnya, tiang penyangga menara pemancar milik PT Gihon Telekomunikasi Indonesia yang berdiri tepat di belakang kompleks Islamic Center Km 5 tersambar petir hebat saat hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah tersebut . Akibat peristiwa itu, lonjakan arus listrik bertegangan sangat tinggi menjalar masuk ke jaringan kabel telekomunikasi dan instalasi listrik rumah warga, menyebabkan puluhan hingga ratusan alat elektronik rusak parah, hangus, meleleh, dan tidak bisa digunakan lagi sama sekali. Berdasarkan keterangan saksi mata dan pantauan langsung di lokasi, kejadian terjadi sekitar pukul 22.15 WIB.

Kilatan cahaya menyambar tepat di bagian atas tiang penyangga setinggi lebih dari 40 meter itu, disusul suara ledakan keras menggelegar seisi lingkungan, seolah bumi bergetar.

Sekejap bersamaan, aliran listrik di seluruh pemukiman sekitar langsung padam total. Banyak warga melihat percikan api, asap, dan bau benda terbakar keluar dari stopkontak, kabel, hingga alat-alat elektronik yang sedang tercolok di dalam rumah. “Kami semua kaget dan takut luar biasa. Baru tidur sebentar, tiba-tiba dengar bunyi ‘DUAR’ keras sekali. Lampu langsung mati, tapi kami lihat di luar banyak kabel berasap. Begitu diperiksa, semuanya yang terhubung listrik rusak: TV, kulkas, kipas angin, mesin cuci, pengisi daya, modem, bahkan meteran listrik dan kabel di dinding rumah kami meleleh dan gosong semua.

Rugi sekali, banyak barang masih baru beli,” cerita salah satu warga yang rumahnya berjarak hanya sekitar 40–50 meter dari lokasi tiang. Kerusakan sangat meluas dan parah.

Diperkirakan lebih dari 45 kepala keluarga terdampak langsung. Barang yang rusak beragam: mulai dari peralatan hiburan, alat dapur elektronik, perlengkapan komunikasi, hingga instalasi kelistrikan rumah. Total kerugian materi yang diderita warga diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, dan banyak barang yang rusak ini dinyatakan tidak bisa diperbaiki lagi alias rongsokan. Warga menduga kuat sistem penangkal petir dan pembumian atau pentanahan pada tiang penyangga milik PT Gihon tersebut tidak berfungsi maksimal, tidak memenuhi standar keamanan, atau kurang perawatan rutin. Saat petir menyambar, arus besar seharusnya disalurkan aman ke dalam tanah, namun justru merambat lewat kabel jaringan yang terhubung ke rumah warga.

Padahal, tiang ini merupakan benda tertinggi di kawasan itu, sangat dekat dengan pemukiman dan fasilitas umum Islamic Center, dan kekhawatiran akan bahaya ini sudah sering disampaikan warga sejak tiang didirikan, namun selalu dijawab aman-aman saja . “Kami sudah berkali-kali sampaikan kekhawatiran, tapi tidak didengar. Sekarang buktinya, kami yang rugi besar. Kami menuntut PT Gihon bertanggung jawab penuh, ganti rugi seluruh kerugian kami, perbaiki sistem keamanan tiang ini agar tidak terulang, dan pastikan tidak ada bahaya lagi bagi kami dan anak-anak. Kami minta Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten segera turun tangan mediasi dan tinjau langsung lokasi ini,” tegas perwakilan warga dengan nada kecewa dan marah.

Hingga berita diturunkan, tim teknis PT Gihon baru datang mengecek kerusakan pada menara dan memperbaiki gangguan sinyal, namun belum ada tanggapan resmi maupun kepastian ganti rugi atas kerusakan barang milik masyarakat.

Warga berharap ada penyelesaian cepat dan adil. Warga juga kembali mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di dekat tiang pemancar atau bangunan tinggi, agar selalu mencabut semua alat elektronik dari aliran listrik saat hujan dan petir, demi mencegah kerugian serupa menimpa diri dan keluarga.(Rev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini