
MASOHI, Jejakkejahatan.web.id — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas berbagai bentuk pelanggaran di lingkungan pemasyarakatan melalui pelaksanaan deklarasi Zero Halinar yang berlangsung di aula rutan pada Jumat, 17 April 2026.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian Kepala Rutan Kelas IIB Masohi, Agustina Lawalata, serta diikuti oleh seluruh jajaran pejabat struktural, pegawai, hingga peserta magang yang terlibat dalam sistem operasional rutan tersebut.
Deklarasi Zero Halinar yang dimaksud mencakup upaya pemberantasan penggunaan handphone ilegal, praktik pungutan liar, serta peredaran narkoba yang selama ini menjadi perhatian serius dalam sistem pemasyarakatan di berbagai wilayah.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi konkret untuk memperkuat integritas aparatur sipil negara di lingkungan rutan sekaligus menciptakan kondisi yang aman, tertib, dan bebas dari praktik-praktik yang melanggar hukum.
Dalam keterangannya, Agustina Lawalata menegaskan bahwa deklarasi tersebut tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari seluruh petugas.
Ia menekankan bahwa komitmen yang telah diikrarkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan konsisten, tanpa adanya toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran, baik yang bersifat administratif maupun kriminal.
Lebih lanjut, Agustina mengingatkan bahwa pengawasan internal harus diperketat secara berkelanjutan guna mencegah munculnya potensi penyimpangan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam rutan.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, pihak rutan juga melibatkan unsur aparat dari Koramil 1502/Amahai sebagai bentuk sinergi antar-lembaga dalam memperkuat sistem pengawasan dan keamanan.
Kehadiran aparat TNI dalam kegiatan ini dinilai penting untuk mendukung upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar lingkungan rutan.
Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan dapat menciptakan sistem pengamanan yang lebih efektif, terintegrasi, serta mampu merespons berbagai tantangan yang muncul di lapangan secara cepat dan tepat.
Agustina juga menyampaikan bahwa kerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga kondusivitas lingkungan pemasyarakatan.
Ia menilai bahwa sinergi yang kuat antar-instansi menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan program Zero Halinar serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.
Melalui deklarasi ini, Rutan Kelas IIB Masohi menargetkan terwujudnya tata kelola pemasyarakatan yang profesional, bersih, dan berintegritas, sekaligus menjadi langkah nyata dalam memperkuat citra positif lembaga di tingkat nasional maupun internasional.
Editor: Ipan












