ANTREAN BIOSOLAR MENGULAR DI MUARO JAMBI! JALAN LINTAS SUMATERA MACET, LOGISTIK TERANCAM TERGANGGU

Jambi | Muaro Jambi

Ketersediaan biosolar bersubsidi di Muaro Jambi kini jadi keluhan utama pengemudi dan pelaku usaha. Kelangkaan pasokan memicu antrean kendaraan yang sangat panjang, bahkan memakan sebagian badan Jalan Lintas Timur Sumatera — jalur penghubung antarprovinsi yang sangat strategis.

Antrean truk dan kendaraan besar terlihat mengular berjam-jam, ada yang harus menunggu hingga malam hari hanya untuk mengisi bahan bakar. Kondisi ini tak cuma bikin macet parah, tapi juga berisiko kecelakaan bagi pengguna jalan lain.

“Kami antre dari siang sampai malam, kadang dapatnya sedikit saja. Kalau begini terus, barang bisa telat sampai ke tujuan,” keluh salah seorang sopir truk.

Stok Cuma Cukup 8–10 Jam Sehari

Data dari SPBU menunjukkan, pasokan biosolar yang diterima per hari hanya berkisar 8–16 ton. Jumlah ini ternyata hanya cukup bertahan 8 sampai 10 jam saja, sebelum stok kembali kosong. Padahal Muaro Jambi adalah jalur lalu lintas utama yang dilalui ribuan kendaraan angkut setiap harinya.

Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta, menegaskan kuota yang ada sudah tidak sebanding lagi dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Muaro Jambi ini urat nadi distribusi barang ke Sumatera. Kalau biosolar seret, perekonomian daerah ikut tersendat. Pasokan harus ditambah segera!” tegasnya.

Solusi yang Diminta

Selain penambahan kuota, DPRD juga mendesak:

  1. Pengaturan arus lalu lintas di sekitar SPBU agar macet tidak meluas
    2 .Pengawasan ketat distribusi untuk cegah penimbunan dan penyalahgunaan
    3 .Jaminan pasokan tetap lancar demi kelancaran logistik

Pemerintah daerah berharap permintaan ini segera ditindaklanjuti, agar aktivitas transportasi dan perputaran barang di jalur lintas Sumatera kembali normal.

Reporter : Rudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini