“Tragedi Berdarah di Bandara Langgur, Musda Golkar Maluku Tenggara Ditunda: Duka Mendalam Selimuti Kader Partai”

MALUKU TENGGARA, Jejakkejahatan.web.id —Peristiwa tragis terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, pada Minggu (19/4), ketika Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora yang dikenal dengan sapaan Nus Kei, meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman, yang langsung mengejutkan berbagai kalangan, khususnya internal partai, serta menimbulkan duka mendalam di tengah masyarakat setempat. Kejadian tersebut berlangsung sesaat setelah korban tiba di bandara yang merupakan pintu utama akses transportasi udara di wilayah tersebut, dan berdasarkan informasi awal, korban diduga diserang secara tiba-tiba oleh pelaku yang hingga kini masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum, sementara situasi di lokasi sempat memicu kepanikan sebelum akhirnya dapat dikendalikan oleh petugas keamanan.

Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga memengaruhi agenda politik internal partai, khususnya pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Maluku Tenggara yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 23 April 2026. Sekretaris DPD I Golkar Maluku, Anos Yermias, menyampaikan bahwa penundaan Musda tersebut merupakan keputusan bersama sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Nus Kei, sekaligus mempertimbangkan kondisi psikologis para kader dan simpatisan partai yang masih dalam suasana duka mendalam.

Menurut Anos, keputusan penundaan tersebut diambil secara matang dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk etika dan rasa hormat terhadap almarhum yang selama ini memimpin partai di tingkat daerah. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Musda dalam kondisi berduka dinilai kurang tepat, sehingga seluruh jajaran sepakat untuk menunda kegiatan tersebut hingga situasi dinilai lebih kondusif.

Lebih lanjut, Anos menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal pelaksanaan ulang Musda tersebut, karena pihaknya masih menunggu perkembangan situasi serta hasil koordinasi lanjutan antara pengurus partai di tingkat daerah dan provinsi. Ia juga menambahkan bahwa keputusan resmi terkait jadwal baru akan diumumkan setelah adanya kesepakatan bersama dari seluruh pihak terkait.

Ia juga mengungkapkan bahwa kehadiran Nus Kei di Langgur pada saat kejadian berkaitan erat dengan agenda Musda tersebut, di mana korban diketahui memiliki rencana untuk turut mencalonkan diri sebagai Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara dalam forum tersebut. Namun demikian, hingga kini proses pendaftaran calon ketua belum resmi dibuka oleh panitia pelaksana di tingkat daerah, sehingga belum dapat dipastikan siapa saja kandidat lain yang akan bersaing dalam pemilihan tersebut.

Kehilangan sosok Nus Kei dinilai menjadi pukulan besar bagi struktur kepemimpinan partai di Maluku Tenggara, mengingat perannya yang cukup signifikan dalam membangun organisasi serta menjalin hubungan dengan masyarakat. Di sisi lain, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif serta pelaku di balik insiden penikaman tersebut, yang kini menjadi perhatian serius karena terjadi di area publik dengan tingkat keamanan tinggi.

Sejumlah pihak juga mendorong agar proses hukum berjalan secara transparan dan profesional guna memberikan keadilan bagi korban serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Tenggara, sekaligus menghindari spekulasi yang dapat memperkeruh situasi. Penundaan Musda Golkar Maluku Tenggara pun dipandang sebagai langkah strategis yang tidak hanya mencerminkan rasa duka, tetapi juga bentuk solidaritas internal partai.

Sebagai penutup, Anos Yermias menegaskan bahwa keputusan penundaan tersebut bersifat sementara hingga adanya pemberitahuan resmi berikutnya, dan ia berharap seluruh kader dapat tetap menjaga kondusivitas serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan demi terciptanya situasi yang aman dan stabil di tengah masyarakat.

Editor Berira: Ipan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *