
MALRA,KOTA TUAL, Jejakkejahatan.web.id — Upaya penguatan sektor pendidikan kesehatan di wilayah timur Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif melalui kolaborasi antara akademisi dan praktisi. Salah satu momentum penting terlihat dalam kunjungan dan pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Ketua Program Studi Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, yang dihadiri oleh sejumlah pihak yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan kesehatan, khususnya di kawasan Maluku.
Pertemuan tersebut menghadirkan Drs. Yunus Serang, M.Si bersama sejumlah pihak yang bertujuan untuk membangun komunikasi strategis dengan pimpinan program studi, Dr. Sarah Handayani, M.Kes. Kegiatan ini dilaksanakan dalam suasana formal namun penuh keakraban, dengan fokus utama pada pertukaran gagasan, penyampaian aspirasi, serta pembahasan peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan masyarakat.
Dalam diskusi yang berlangsung, berbagai isu krusial terkait kondisi pendidikan kesehatan di daerah seperti Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, dan Kepulauan Aru menjadi perhatian utama. Para peserta menyoroti pentingnya peningkatan kualitas tenaga kesehatan melalui pendidikan lanjutan, penguatan kurikulum berbasis kebutuhan lokal, serta akses yang lebih luas terhadap program pascasarjana bagi putra-putri daerah.
Dr. Sarah Handayani dalam kesempatan tersebut memberikan sejumlah pandangan strategis dan masukan konstruktif. Ia menekankan bahwa pengembangan pendidikan kesehatan tidak hanya bergantung pada institusi pendidikan semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor. Hal ini dinilai penting untuk memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, Drs. Yunus Serang menyampaikan apresiasi atas waktu dan perhatian yang diberikan oleh pihak kampus. Ia menegaskan bahwa masukan yang diperoleh dalam pertemuan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam merancang langkah-langkah konkret guna mendorong kemajuan pendidikan kesehatan di wilayah Maluku, terutama dalam menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas.
Pertemuan ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan kelembagaan antara institusi pendidikan tinggi dengan para pemangku kepentingan dari daerah. Selain membahas aspek akademik, dialog juga menyentuh peluang kerja sama dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas tenaga pengajar di daerah tertinggal.
Dari sisi implementasi, hasil pertemuan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program-program nyata yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Langkah ini dinilai strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang profesional, merata, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan tersendiri.
Dengan adanya sinergi yang terus dibangun antara akademisi dan praktisi, diharapkan masa depan pendidikan kesehatan di Maluku Tenggara, Kota Tual, dan Kepulauan Aru dapat berkembang lebih pesat. Komitmen bersama ini menjadi harapan baru dalam menciptakan generasi tenaga kesehatan yang kompeten, berdedikasi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.
Editor: Ipan
