Simbol Perlawanan Warga: Stop PETI Sungai Boyan, Demi Selamatkan Alam dan Nyawa Bersama
MELIAU, KABUPATEN SANGGAU -KALIMANTAN BARAT- jejakkejahatan.web.id.- Sebuah logo bertuliskan tegas ” STOP KEGIATAN PETI DI AREA SUNGAI BOYAN” Kini menyebar luas di ruang publik, menjadi suara bersatu warga yang tak bisa lagi diam melihat kerusakan yang terus menggerogoti sungai yang menjadi nadi kehidupan mereka selama turun-temurun.
Lambang yang memadukan gambaran aliran air jernih, rimbunnya hutan ditepi sungai,serta tanda larang pada mesin sedot penambangan itu membawa pesan yang tak bisa disalahartikan: Hentikan Mesin Menderu,Mari Lestarikan Alam, dan Jaga Kelangsungan Hidup Banyak Orang. Tagar #SelamatkanSungaiBoyan yang tertulis dibagian bawah menjadi ikrar bersama yang kini mulai bergema hingga ke luar batas wilayah kecamatan Meliau.
Ancaman Nyata di Tengah Aliran Sungai
Sungai boyan bukan sekadar aliran air semata. Bagi warga Dusun Lubuk Benuang, Desa Pampang Dua, dan seluruh masyarakat yang tinggal di sepanjang alirannya, sungai ini adalah sumber air bersih sehari-hari, tempat mencari nafkah bagi para nelayan, Jalur penghubung antar pemukiman, hingga bagian yang tak terpisahkan dari adat istiadat dan budaya leluhur.
Namun, keberadaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi menggunakan alat sedot diperairan ini perlahan mengubah segalanya. Air yang dulu jernih kini keruh pekat, ikan-ikan yang menjadi sumber pangan hilang, tepian sungai terkikis berbahaya, dan suara bising mesin yang tak henti-henti mengganggu ketenangan serta aktivitas warga. Lebih dari itu, warga khawatir dampak kerusakan ekosistem ini akan menimpa anak cucu mereka dimasa mendatang.
Ikrar Damai Untuk keadilan dan Kelestarian
Lewat simbol ini, masyarakat menyatakan tekad bulat untuk menyuarakan aspirasi secara tertib, damai, dan sesuai aturan hukum. Mereka tidak menolak kemajuan, namun menuntut setiap aktivitas yang berjalan di tanah air harus memegang teguh aturan perundang-undangan, menjaga keseimbangan alam, serta tidak merugikan hak dan kepentingan orang banyak.
Warga berharap pihak berwenang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga instansi terkait dibidang sumber daya alam dapat segera turun langsung ke lokasi, melakukan pengecekan lapangan, dan mengambil langkah tegas yang diperlukan. Mulai peninjauan izin operasional, penghentian aktivitas yang melanggar aturan, hingga upaya pemulihan kondisi lingkungan yang telah rusak.
Suara dari sungai boyan kini bukan lagi sekadar keluhan kelompok kecil, melainkan cerminan kesadaran luas bahwa kekayaan alam bukan untuk dihabiskan sesaat, melainkan dijaga untuk keberlangsungan hidup kita semua. Selamatkan Sungai Boyan, selamatkan masa depan bersama.












