PRABOWO HADIRI MAY DAY 2026, UMUMKAN SEDERET KEBIJAKAN DAN JANJI BAGI BURUH

PRABOWO HADIRI MAY DAY 2026, UMUMKAN SEDERET KEBIJAKAN DAN JANJI BAGI BURUH

Jakarta, 1 Mei 2026 – Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). Dalam acara tersebut, ia mengumumkan sejumlah kebijakan konkret dan janji yang menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kaum buruh, nelayan, dan pekerja lainnya.

KEBIJAKAN YANG SUDAH DITANDATANGANI

Prabowo menyatakan telah menandatangani dua Peraturan Presiden (Perpres) penting:

1. Perpres Nomor 25 Tahun 2026 tentang Ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188. Aturan ini memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi awak kapal perikanan, yang menurutnya merupakan pertama kalinya dalam sejarah Indonesia nelayan diurus secara khusus.

2. Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Daring. Dalam aturan ini, mitra pengemudi ojol akan mendapatkan jaminan kesehatan kerja dan pembagian pendapatan minimal 92% dari tarif pelanggan, sementara potongan untuk aplikator ditetapkan di bawah 10%.

JANJI DAN INSTRUKSI YANG DISAMPAIKAN

Selain kebijakan yang sudah berlaku, Prabowo juga menyampaikan sejumlah janji dan instruksi:

  • Menyelesaikan RUU Ketenagakerjaan: Ia menginstruksikan Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum untuk bekerja sama dengan DPR RI agar rancangan undang-undang ini selesai dibahas dan disahkan pada tahun 2026.
  • Meresmikan Museum Marsinah: Prabowo berjanji akan segera meresmikan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sebagai penghormatan terhadap perjuangan buruh.
  • Perluasan Rumah Subsidi: Pemerintah berencana membangun hingga satu juta unit rumah subsidi yang penempatannya akan dekat dengan kawasan industri, untuk memudahkan akses buruh.
  • Pembentukan Satgas dan Dewan Khusus: Ia juga menegaskan komitmen untuk membentuk Satgas Mitigasi PHK dan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional guna melindungi pekerja dari pemutusan hubungan kerja yang tidak adil dan mengkaji regulasi yang merugikan.

MOMEN HANGAT DAN PERNYATAAN KOMITMEN

Selama acara, Prabowo menunjukkan kedekatan dengan massa buruh. Ia bahkan melepas baju safari yang dikenakannya, memberikan kepada salah satu buruh, dan mengenakan kaos hitam sederhana saat berbaur langsung dengan para pekerja tanpa sekat pengamanan berlebihan.

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan, “Saya merasa jadi Presiden karena dukungan kaum buruh, tani, nelayan, pekerja.” Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat, terutama yang masih hidup dalam kesulitan, dan menyoroti pentingnya integritas serta menolak praktik korupsi yang menghambat kemajuan bangsa.

Acara berlangsung dengan suasana guyub, di mana ribuan buruh menyambut pidato Presiden dengan tepuk tangan meriah dan sorakan dukungan. (Satrio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini