Polres Jakarta Barat Bongkar Gudang Laboratorium Gelap Pembuat Tablet Karisoprodol di Cakung

JAKARTA, Jejakkejahatan.web.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil membongkar laboratorium gelap atau clandestine laboratory yang diduga digunakan untuk memproduksi tablet mengandung karisoprodol di kawasan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Senin (20/7/2026). Pengungkapan ini merupakan kelanjutan dari pembongkaran fasilitas serupa di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang terjadi sebelumnya.

Kepala Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Avrilendy menjelaskan, tim penindak telah menangkap dua orang berinisial MH dan VW yang diduga berperan sebagai pemasok utama bahan baku bagi jaringan produksi di lokasi Cakung. “Penangkapan MH dan VW merupakan hasil pengembangan mendalam dari kasus laboratorium gelap di Semarang,” ujar Avrilendy saat dikonfirmasi.

Dari lokasi penangkapan, petugas menyita tumpukan bahan baku yang siap didistribusikan ke fasilitas produksi. Barang bukti utama meliputi 30 drum karisoprodol masing-masing seberat 25 kilogram (total 750 kilogram), 5 drum lidokain berisi 125 kilogram, serta 26 drum sildenafil citrate dengan keseluruhan berat mencapai 650 kilogram. Total keseluruhan bahan yang diamankan mencapai lebih dari 1,5 ton.

Berdasarkan keterangan kedua tersangka, pasokan bahan baku tersebut didatangkan dari salah satu negara di kawasan Asia. “Kami kini sedang mendalami jejak keterkaitan mereka dengan jaringan internasional, serta kemungkinan adanya pelaku lain yang berperan dalam rantai pasok maupun operasional produksi di dalam negeri,” tambah Avrilendy.

Perlu diketahui, karisoprodol masuk dalam kategori psikotropika terlarang di Indonesia dan telah dicabut izin edarnya sejak lama karena berisiko tinggi menimbulkan ketergantungan serta disalahgunakan sebagai bahan pembuatan obat ilegal. Perbuatan ini diancam dengan sanksi pidana sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Tim penyidik masih melanjutkan pemeriksaan guna mengungkap seluruh alur peredaran dan pemilik sebenarnya dari laboratorium gelap tersebut.(Satrio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini