BATAM, 7 MEI 2026 OLEH: TIM REDAKSI JEJAK KEJAHATAN

KETERANGAN FOTO:SOLUSI KEMANUSIAAN. Deputi Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, membenarkan perekrutan Alex yang viral usai ditegur saat sidak. Alex kini diterima bekerja di Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam melalui jalur outsourcing, menyusul kehilangan pekerjaan sebelumnya akibat video yang menyebar luas.(Foto: Dokumen Istimewa)
Jejak kejahatan| Batam- Kisah viral seorang pria bernama Alex yang sempat ditegur keras oleh Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, kini berakhir manis.
Pria asal Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, yang sempat kehilangan pekerjaan usai insiden tersebut, resmi direkrut menjadi anggota Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Deputi Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, kepada awak media. Ia membenarkan bahwa Alex telah diterima bekerja melalui jalur tenaga kerja outsourcing, menyusul ketidakjelasan nasib pekerjaan yang bersangkutan sebelumnya.
“Informasi itu benar. Setelah videonya viral dan ramai diberitakan, pekerjaannya tidak dilanjutkan. Kami melihat yang bersangkutan jadi tidak memiliki pekerjaan.
Maka dari itu, kami mengambil langkah ini dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan,” ujar Ariastuty, Kamis (7/5/2026).
Proses perekrutan dilakukan usai adanya koordinasi lintas instansi dalam pertemuan di Polresta Barelang. Berdasarkan kesepakatan tersebut, BP Batam langsung memproses administrasi hingga Alex resmi menjalani tugasnya mulai hari ini.
“Setelah pertemuan di Polresta, kami langsung proses. Hari ini yang bersangkutan sudah datang ke Direktorat Pengamanan untuk menjalani tahapan penerimaan,” tambahnya.

KETERANGAN FOTO:BAHAGIA DAN BERSYUKUR. Alex (kedua dari kanan) berfoto bersama Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro, setelah dikabarkan direkrut menjadi petugas Ditpam BP Batam. Keputusan ini diambil sebagai bentuk perhatian dan solusi kemanusiaan menyusul kondisi yang dialami yang bersangkutan pasca viralnya video sidak.(Foto: Dokumen Istimewa)
Dari Sorotan Tajam Menjadi Perhatian Insiden ini bermula dari video inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Li Claudia Chandra di kawasan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Hang Nadim.
Dalam video berdurasi 2 menit 38 detik itu, Alex terlihat ditegur keras karena kedapatan mengambil pasir di saluran drainase. Namun, perhatian publik justru tertuju pada pernyataan kontroversial yang menyebutkan agar warga non-lokal yang dianggap menganggur atau mencuri untuk pulang ke daerah asalnya.
Pernyataan itu memicu gelombang kritik luas karena dinilai berpotensi diskriminatif dan menyakiti hati masyarakat perantau. Tokoh masyarakat NTT di Batam, Simon Payung Masan, menilai bahwa meskipun tindakan penertiban itu benar secara aturan, namun cara penyampaiannya dinilai kurang bijak dan menyakitkan.
“Substansi persoalan sebenarnya bukan semata penertiban tambang pasir ilegal, melainkan cara komunikasi pejabat publik terhadap warga.
Ucapan tersebut memicu kegaduhan karena seolah memosisikan warga pendatang sebagai sumber persoalan,” ungkap Simon.
Ia berharap langkah perekrutan Alex ini menjadi bukti baiknya niat dari pihak BP Batam, namun di sisi lain meminta agar gaya komunikasi para pemimpin dapat diperbaiki di masa depan.
“Ke depan, Ibu Wawako harus lebih bijak mengolah diksi. Akan lebih baik lagi jika memperkaya perbendaharaan kata dan membaca buku-buku komunikasi,” ujarnya.
Meski demikian, Simon pun mengimbau agar masyarakat tidak memperpanjang masalah ini ke ranah politik identitas yang dapat memecah belah.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau, Lagat Siadari, juga sebelumnya menegaskan bahwa substansi kebijakan boleh benar, namun penyampaiannya harus tepat agar tidak menimbulkan kegaduhan. Kini, dengan diterimanya Alex bekerja kembali, polemik yang sempat memanas perlahan mulai mereda, menjadi catatan penting tentang bagaimana sebuah teguran keras dapat berubah menjadi sebuah solusi kemanusiaan.






