LSM AKRAM Soroti Proyek Jalan RT 16 Desa Tungkal Satu, Dugaan Kekurangan Wiremesh Akan Dilaporkan ke APH
Jejakkejahatan .web.id Tanjab Barat – Dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan beton di RT 16 Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menjadi sorotan publik.
Dari pantauan media, pada beberapa bagian jalan beton ditemukan pecahan pada badan jalan. Pada bagian yang pecah tersebut diduga tidak terlihat adanya besi wiremesh yang umumnya digunakan sebagai tulangan penguat beton.
Proyek pembangunan jalan tersebut diketahui bersumber dari APBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun Anggaran 2025 dengan nilai sekitar Rp900 juta. Pekerjaan memiliki volume panjang sekitar 1.000 meter dan lebar 2 meter.
Berdasarkan hasil pantauan di lokasi beberapa hari lalu, dugaan tidak terpasangnya wiremesh secara menyeluruh muncul setelah tidak ditemukan material besi pada serpihan pecahan beton di sisi jalan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Akomodasi Rakyat Miskin Nusantara (AKRAM) Provinsi Jambi, Amir Akbar, menyampaikan keprihatinannya terhadap dugaan pelanggaran dalam proyek tersebut.
“Kami sangat prihatin apabila benar terdapat pengurangan spesifikasi material dalam pekerjaan jalan ini. Hal tersebut tentu dapat berdampak terhadap kualitas pembangunan dan kepercayaan masyarakat,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Ia juga menyebut pihaknya akan meminta aparat penegak hukum melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap proyek tersebut guna memastikan apakah pekerjaan telah sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan.
LSM AKRAM menilai apabila ditemukan pelanggaran, maka dapat mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku, termasuk aturan terkait tindak pidana korupsi maupun jasa konstruksi.
“Kami akan mendorong agar dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran hukum, tentu harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.






