Jejak Kepemimpinan SN Prana Putra Sohe: Dari Birokrasi hingga Menjadi Nakhoda Lubuklinggau

Jejak Kepemimpinan SN Prana Putra Sohe: Dari Birokrasi hingga Menjadi Nakhoda Lubuklinggau.

Jejak kejahatan web .id Setujukah Menuju Sumsellubuklinggau-Nama H. SN Prana Putra Sohe, M.M., sudah sangat melekat dalam dinamika pembangunan Kota Lubuklinggau. Politikus sekaligus birokrat senior ini mengukir sejarah sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh di kota tersebut, dengan rekam jejak pengabdian yang membentang dari kursi wakil wali kota hingga dua periode menjabat sebagai Wali Kota Lubuklinggau (2013–2018 dan 2018–2023).Pria kelahiran 12 April 1967 yang akrab disapa Nanan ini menghabiskan masa kecilnya di tanah kelahiran. Ia memulai pendidikan dasarnya di SD Xaverius Lubuklinggau dan lulus pada tahun 1980.

P,Nanan kemudian melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 1 Lubuklinggau (lulus 1983) sebelum akhirnya merantau ke ibu kota provinsi untuk menempuh pendidikan di SMAN 2 Palembang hingga lulus pada tahun 1986.Haus akan ilmu, ia kemudian melanjutkan studi tinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang dan meraih gelar Sarjana pada tahun 1992.

Dedikasinya terhadap keilmuan manajemen juga dibuktikannya dengan menyelesaikan pendidikan S2 Magister Manajemen di STIE Widya Jayakarta pada tahun 2002.Merajut Karier dari Level BawahMenariknya, awal karier kedinasan Prana Putra Sohe justru tidak dimulai di Lubuklinggau.

Dua tahun setelah menggondol gelar sarjana, tepatnya pada tahun 1994, ia memulai langkahnya sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pangkalpinang.

Setahun berselang, ia dipercaya mengemban tugas sebagai Staf Urusan Pemerintahan di Kecamatan Taman Sari, Pangkalpinang.Nanan baru mulai meniti karier birokrasi di Kota Lubuklinggau saat dipercaya menjabat sebagai Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Data dan Informasi. Kinerjanya yang taktis dan pemahamannya yang mendalam tentang tata kelola pemerintahan daerah membuatnya dilirik untuk masuk ke panggung kepemimpinan publik.Satu Dekade Membangun KotaLangkah politik besarnya dimulai pada tahun 2008. Sosok birokrat muda ini digandeng oleh Wali Kota Lubuklinggau saat itu, Drs. H. Riduan Effendi, SH, M.Si, untuk mendampinginya sebagai Wakil Wali Kota periode 2008–2013.

Pengalaman selama lima tahun sebagai orang nomor dua di kota tersebut menjadi modal berharga bagi Nanan.Memasuki Pilkada 2013, Prana Putra Sohe memantapkan diri maju sebagai calon wali kota. Kepercayaan besar masyarakat mengantarkannya memenangkan kursi nomor satu di Lubuklinggau untuk periode 2013–2018.

Gaya kepemimpinannya yang dekat dengan rakyat dan bervisi kemajuan membuat posisinya semakin kokoh, hingga ia kembali terpilih untuk periode kedua (2018–2023).

Selama satu dekade menakhodai Lubuklinggau, ia berhasil mentransformasi kota ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan jasa yang strategis di bagian barat Sumatra Selatan.(hamsana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini