BaraNusa Kota Depok Soroti Aksi Dukungan MBG, Minta Aparat Usut Dugaan Aktor Penggerak dan Sumber Pendanaan

SIARAN PERNYATAAN

BaraNusa Kota Depok Soroti Aksi Dukungan MBG, Minta Aparat Usut Dugaan Aktor Penggerak dan Sumber Pendanaan

Depok – Dewan Pimpinan Daerah Barisan Rakyat Nusantara (DPD BaraNusa) Kota Depok menyoroti aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah massa untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat di Kota Depok. Aksi serupa juga terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir.

Ketua DPD BaraNusa Kota Depok, Entin Rosmini menilai aksi tersebut berpotensi menimbulkan polarisasi dan adu domba di tengah masyarakat apabila digunakan untuk membenturkan kelompok yang pro dan kontra terhadap suatu program pemerintah.

“Kami mengingatkan agar jangan ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengadu domba masyarakat Depok demi kepentingan politik maupun kepentingan ekonomi tertentu. Perbedaan pandangan terhadap sebuah program adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi jangan sampai masyarakat dijadikan alat untuk kepentingan segelintir pihak,” ujar Entin Rosmini.

Menurutnya, muncul pertanyaan publik mengenai siapa yang mengorganisir dan membiayai aksi-aksi dukungan tersebut. Karena itu, BaraNusa meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk melakukan penelusuran secara transparan apabila terdapat indikasi penggunaan dana dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap keberlangsungan program tertentu.

“Kami mendesak aparat mengusut secara tuntas sumber pendanaan aksi tersebut. Publik berhak mengetahui siapa pihak yang berada di belakang mobilisasi massa agar tidak menimbulkan spekulasi dan kecurigaan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Entin juga menyayangkan apabila terdapat dana dalam jumlah besar yang digunakan untuk mobilisasi demonstrasi, sementara masih banyak warga Kota Depok yang membutuhkan bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

“Daripada uang digunakan untuk membiayai aksi demonstrasi, akan jauh lebih bermanfaat jika digunakan untuk membantu masyarakat miskin, lansia terlantar, anak-anak putus sekolah, maupun warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Rakyat membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar pertunjukan politik di jalanan,” katanya.

BaraNusa Kota Depok menegaskan bahwa kritik terhadap suatu program pemerintah tidak boleh dibungkam, begitu pula dukungan terhadap program pemerintah tidak boleh dijadikan alat untuk membelah masyarakat. Organisasi tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat Depok untuk menjaga persatuan dan fokus mengawal kebijakan pemerintah secara kritis, objektif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Jangan sampai masyarakat Depok terpecah hanya karena perbedaan pandangan terhadap sebuah program. Yang harus menjadi prioritas adalah kesejahteraan rakyat, transparansi penggunaan anggaran, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini