BAYI 8 BULAN DIJUAL AYAH SENDIRI SEHARGA RP20 JUTA! BARU DIKEMBALIKAN, KEMUDIAN DIAMBIL PAKSA MASSA BAWA SENJATA TAJAM

BATANGHARI, JAMBI — Kisah pilu sekaligus mengerikan menimpa bayi perempuan berinisial G (8 bulan) asal Kabupaten Batanghari. Anak kandungnya sendiri dijual ayahnya seharga Rp20 juta, dan setelah sempat dikembalikan ke ibunya, bayi malah direbut paksa oleh sekelompok orang bersenjata tajam!

Kasus bermula saat sang ibu, Pemi (27), tak bertemu putri kesayangannya selama 10 hari penuh. Pada 7 Juli 2026, suaminya Tedi (27) membawa pergi bayi itu usai perselisihan rumah tangga.

Pemi mengaku kerap mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Biasanya jika bertengkar, suami hanya membawa anak sebentar lalu kembali lagi. Tapi kali ini beda: Tedi tiba-tiba beli HP dan motor baru, lalu memblokir semua kontak sang istri.

Kecurigaan Pemi terbukti saat ada kabar anaknya ternyata sudah dijual di Desa Rantau Gedang. Pemi pun melapor ke Unit PPA Polres Batanghari pada 17 Juli 2026. Polisi segera bergerak, mengamankan pembeli dan Tedi yang mengaku menerima uang Rp20 juta sebagai imbalan menyerahkan anak kandungnya sendiri.

Pada 21 Juli 2026, bayi G akhirnya dipertemukan kembali dengan ibunya di kantor polisi. Namun suasana sangat mencekam: bayi dibawa sekelompok orang yang diduga dari Suku Anak Dalam. Demi keselamatan sang bayi, akhirnya diputuskan bayi dititipkan sementara di Rumah Aman UPTD PPA Batanghari.

Tapi tragedi belum usai.
Pada Jumat (24/7) sekitar pukul 18.00 WIB, puluhan orang datang menggunakan lima mobil, sebagian membawa senjata tajam! Kepala UPTD PPA Batanghari Neneng Eva Anggraeni membenarkan insiden itu. Saat itu pasukan pengamanan sedang berganti jaga, sehingga petugas tak berdaya menahan massa yang jumlahnya jauh lebih banyak. Tanpa perlawanan, bayi G pun direbut paksa dari tempat perlindungan.

Warga luas menuntut aparat segera menyelamatkan bayi yang belum tahu apa-apa ini. Bagaimana mungkin anak kandung diperjualbelikan? Bagaimana pula tempat perlindungan negara bisa ditembus begitu saja oleh orang bersenjata?

“Bayi tak berdosa ini tak boleh jadi tumbal kepentingan siapa pun! Selamatkan dia sekarang juga!” begitu suara masyarakat yang mulai berdatangan.

Hingga berita ini diturunkan, nasib bayi G masih belum jelas. Polisi diminta segera bertindak tegas tanpa pandang bulu demi keselamatan nyawa kecil itu.

Reporter : Kaperwil Jambi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini