Sampang, jejakkejahatan.web.id (Rabu, 24 Juni 2026) — GEGER SOSMED! Jagad Pamungkas (Gus Jagad) mengeluarkan klarifikasi SUPER TEGAS terkait isu dugaan penyekapan pasien yang berobat secara alternatif di kediamannya dan dugaan pemerasan! Gus Jagad menyatakan informasi yang beredar adalah DESAS-DESUS TANPA KEJELASAN BENAR, bahkan telah MERUSAK NAMA BAIKNYA dan membuatnya merasa dirugikan!
“SETIAP PASIEN DIJELASKAN PROSES TERAPI – TIDAK ADA SATU KALI PUN KITA MEMAKSA!”
Gus Jagad membantah keras tuduhan yang menyebar luas. “Setiap pasien yang datang berobat di rumah saya sudah jelas ada panitia yang mengurusnya dari awal hingga akhir! Sebelum melakukan terapi, kami jelaskan SEMUA secara rinci kepada pasien dan keluarganya. Kami selalu menanyakan apakah mereka berkenan atau tidak – KALAU TIDAK BERKENAN, KAMI TIDAK PERNAH MEMAKSA! Semua berjalan sesuai kesediaan pasien sendiri!” tegasnya dengan nada menegaskan.
DESAS-DESUS TANPA DASAR – PENCEMARAN NAMA BAIK YANG TIDAK PANTAS!
Menurut Gus Jagad, berita yang beredar tidak memiliki bukti yang kuat sama sekali. “Ada desas-desus yang menyebar tanpa jelas dari mana sumbernya dan tanpa ada bukti yang mendukung. Saya merasa sangat dirugikan karena ini adalah bentuk pencermaran nama baik yang tidak pantas dilakukan terhadap seseorang yang hanya ingin membantu masyarakat!”
“AKAN LAPOR BALIK KE POLRES SAMPAI – BIAR PROSES HUKUM BERJALAN ADIL DAN TEMUKAN KEbenaran!”
Gus Jagad mengumumkan langkah tegas yang akan diambilnya. “Saya akan melakukan laporan balik ke Polres Sampang terhadap pihak yang telah memberikan keterangan ke kepolisian dengan tuduhan bohong tersebut! Saya minta proses hukum berjalan secara adil dan menemukan kebenaran yang sebenarnya, agar nama baik saya dan pelayanan alternatif yang saya berikan tidak terus dicemari oleh informasi yang salah dan tidak bertanggung jawab!”
“PELAYANAN SAYA BERDASAR KEMARUHAAN – TIDAK ADA TUJUAN NEGATIF SEKALI PUN!”
Gus Jagad menegaskan bahwa segala bentuk pelayanan yang ia berikan kepada pasien didasarkan pada niat baik dan keinginan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Saya tidak memiliki tujuan apapun selain membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan kesehatan. Semua yang dilakukan selalu diawasi oleh panitia dan sesuai dengan kesediaan pasien. Saya berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya – mari tunggu hasil proses hukum yang objektif!”






