Hujan dan Angin Puting Beliung Rusak Rumah Wartawan di STM Hilir, Kehadiran Pemerintah Dipertanyakan
Deli Serdang – Hujan deras disertai angin puting beliung yang melanda wilayah Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, pada Selasa (16/6) sore, merusak puluhan rumah warga. Namun di balik musibah itu, muncul pertanyaan besar: di mana kehadiran pemerintah saat warganya sedang tertimpa kesulitan?
Salah satu rumah yang mengalami kerusakan cukup parah adalah milik A. Simarmata, seorang wartawan yang bertugas meliput peristiwa di wilayah Deli Serdang. Hingga sehari pasca-bencana, ia mengaku belum melihat tanda-tanda perhatian, apalagi bantuan, dari pihak Pemerintah Desa Negara Beringin, Camat STM Hilir, maupun Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.
“Jangankan bantuan, dilirik pun tidak. Baik dari desa, kecamatan, sampai kabupaten, belum ada yang datang melihat kondisi kami,” ujar Simarmata dengan nada kecewa, Rabu (17/6).
Kekecewaan itu bukan tanpa alasan. Di tengah gencarnya kampanye pelayanan publik dan semangat “hadir di tengah masyarakat”, kenyataannya justru terasa sebaliknya. Ia bahkan menyindir seolah profesi wartawan membuatnya “terlupakan” saat menjadi korban.
“Sepertinya wartawan terlarang tertimpa musibah. Saat kami melaporkan kesulitan orang lain, janji dan perhatian mudah didapat. Giliran kami yang membutuhkan, kehadiran pemerintah seolah lenyap tertiup angin,” ungkapnya getir.
Peristiwa ini menjadi catatan penting. Bagi korban bencana, kehadiran, pendataan yang cepat, dan rasa empati sering kali lebih berharga daripada sekadar janji yang tidak kunjung terwujud. Bencana tidak membedakan profesi, jabatan, atau status sosial. Maka, perhatian pemerintah pun seharusnya tidak membeda-bedakan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah belum memberikan tanggapan resmi terkait kondisi warga yang menjadi korban angin puting beliung tersebut. (Ril)










