SAMPANG (jejakkejahatan.web.id) Rasa ketakutan menggelayuti warga Dusun Dagian, Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura.
Urusan sepele, tuduhan pencurian sepasang sandal dan sebuah mesin pompa air (Sanyo) nyaris merenggut nyawa seorang pria setelah senjata api meletus di tengah permukiman padat penduduk pada Sabtu malam, 6 Juni 2026.
Korban adalah Ahmad Yulianto, seorang warga berusia 34 tahun, ia terpaksa dilarikan ke ruang instalasi gawat darurat RSUD Sampang setelah sebutir peluru bersarang di tumit kaki kirinya, terduga pelaku penembakan tak lain adalah tetangganya sendiri, seorang pria berinisial GF, 35 tahun.
Tragedi ini bermula sekitar pukul 17.30 WIB, sesaat sebelum azan magrib berkumandang Ahmad Yulianto bersama istrinya, Fadilah, 30 tahun, mendatangi kediaman GF setelah dipanggil oleh pelaku, alih-alih pembicaraan persuasif sebagai tetangga, Ahmad justru disambut dengan tudingan miring, GF menuduh Ahmad telah menggasak sepasang sandal dan mesin pompa air miliknya.
Merasa harga dirinya diinjak-injak atas tuduhan tanpa bukti tersebut, Ahmad meradang, adu mulut sengit pun pecah di halaman rumah, namun, perdebatan itu seketika senyap saat GF masuk ke dalam rumah dan keluar membawa sebilah senjata api.
Tanpa basa-basi, GF menarik pelatuk dan melepaskan satu tembakan peringatan ke udara, suara ledakan itu belum sempat mereda di telinga warga ketika GF kembali mengarahkan moncong senjatanya, kali ini membidik langsung ke arah tubuh Ahmad, Dor! Peluru kedua menyala, menembus tumit kaki kiri korban hingga ambruk bersimbah darah.
Aparat dari Satuan Reserse Kriminal Polres Sampang yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan satu buah proyektil peluru yang kini menjadi bukti kunci dari kebrutalan malam itu, kendati demikian, jenis dan asal-usul senjata api yang digunakan GF masih menjadi misteri dan dalam penyelidikan tim forensik.
Polisi mengklaim telah mengantongi keterangan dari sejumlah saksi mata, termasuk Fadilah yang histeris melihat suaminya ditembak, serta Munipah, seorang ibu rumah tangga berusia 53 tahun yang berada di sekitar lokasi saat letusan terjadi, kasus ini kini sepenuhnya diambil alih oleh Sat Reskrim Polres Sampang.
Media Angkat Berita kembali berupaya melakukan konfirmasi kepada Kasi Humas Polres Sampang guna memastikan apakah pelaku berpistol tersebut sudah diringkus.
Namun, otoritas kepolisian setempat hanya memberikan jawaban pendek, kasus penembakan dan keberadaan pelaku saat ini masih dalam proses penyelidikan (lidik).
Jawaban normatif ini mengonfirmasi bahwa GF, pria yang melepaskan tembakan di malam magrib itu, belum tertangkap dan masih bebas berkeliaran.
(team)








