DIDUGA JARANG BAHKAN TIDAK PERNAH HADIR, KINERJA KEPALA SEKOLAH UPT SD NEGERI 01 LEBAK PENIANGAN DIKRITIK WARGA WAY KANAN, Selasa (20/05/2026) – Dunia pendidikan di wilayah Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan, kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Hal ini menyusul maraknya keluhan dan kekecewaan warga Kampung Lebak Peniangan terhadap kinerja Kepala Sekolah UPT SD Negeri 01 Lebak Peniangan, yang diduga kuat jarang menjalankan tugas, bahkan disebut-sebut hampir tidak pernah hadir atau masuk ke lingkungan sekolah untuk memimpin jalannya kegiatan belajar mengajar maupun pelayanan administrasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dari sejumlah orang tua murid dan warga setempat, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan dikeluhkan banyak pihak. Padahal, UPT SD Negeri 01 Lebak Peniangan merupakan satuan pendidikan di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang seharusnya menjadi teladan kedisiplinan dan pelayanan publik yang prima. Namun fakta di lapangan berbanding terbalik.
Warga mengaku hampir setiap hari mendapati gerbang sekolah sudah dibuka, para guru sudah hadir dan mengajar siswa, serta siswa sudah duduk rapi di dalam kelas, namun ruangan Kepala Sekolah selalu terlihat kosong dan terkunci. Tidak jarang warga atau masyarakat yang datang untuk keperluan administrasi sekolah mendapati pemimpin sekolahnya tidak ada di tempat tanpa keterangan yang jelas, surat tugas, maupun izin resmi yang dapat dipertanggungjawabkan. Kehadiran Kepala Sekolah sangatlah vital sebagai pemimpin, pengawas, pengendali, sekaligus teladan kedisiplinan bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan para siswa. Namun di UPT SD Negeri 01 Lebak Peniangan, justru pemimpin sekolahnya sendiri dinilai tidak memberikan contoh yang baik, bahkan dinilai menelantarkan tugas pokok dan fungsinya. “Sudah berbulan-bulan kami perhatikan, Bapak/Ibu Kepala Sekolah ini hampir tidak pernah ada di tempat. Kadang berminggu-minggu tidak terlihat batang hidungnya. Padahal ini sekolah negeri, di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Way Kanan. Kalau pemimpinnya saja tidak disiplin, jarang masuk, bahkan seolah tidak pernah ada, bagaimana mungkin sekolah ini bisa maju? Bagaimana pelayanan ke warga bisa berjalan baik? Kami sangat kecewa dan khawatir nasib pendidikan anak-anak kami di sini,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya. Warga menilai hal ini merupakan bentuk kelalaian berat terhadap amanah dan tanggung jawab jabatan. Akibat ketidakhadiran Kepala Sekolah secara terus-menerus, sering kali permasalahan di sekolah tidak ada yang menyelesaikan, keputusan tertunda, dan pengawasan terhadap kinerja guru menjadi lemah.
Hal ini dikhawatirkan berdampak langsung pada penurunan kualitas pendidikan serta moralitas warga sekolah. Melihat kondisi yang semakin meresahkan ini, masyarakat Kampung Lebak Peniangan secara tegas menuntut pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan serta Pengawas Sekolah yang membawahi wilayah Kecamatan Rebang Tangkas untuk segera turun tangan melakukan pengecekan langsung, audit kinerja, dan pemeriksaan buku absensi kehadiran secara riil. Warga meminta agar ada evaluasi menyeluruh serta tindakan tegas yang diambil, baik itu berupa pembinaan, peringatan keras, sanksi administratif, hingga pergantian pejabat jika memang yang bersangkutan dianggap sudah tidak mampu, tidak mau, atau tidak peduli lagi menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kepala Sekolah dengan benar. “Kami minta dinas terkait serius menindaklanjuti laporan ini. Jangan sampai dibiarkan terus karena sangat merugikan hak pendidikan anak-anak kami. Kami butuh pemimpin sekolah yang hadir, bertanggung jawab, dan benar-benar mengabdi, bukan yang hilang tanpa kabar dan melalaikan kewajiban,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi maupun tanggapan dari pihak Kepala Sekolah UPT SD Negeri 01 Lebak Peniangan maupun pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan terkait dugaan kelalaian dan ketidakhadiran tersebut.(Tim/Amr)












