“PMAPK Ambon Apresiasi Pemulihan Jaringan Telekomunikasi di Kisar, Desak Percepatan Perbaikan di Lebelau”

Provisin Maluku, Jejakkejahatan.web.id —Persekutuan Mahasiswa Asal Pulau Kisar (PMAPK) Ambon menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah Taituluwaly, Desa Persiapan Yawuru, Kecamatan Kisar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya. Pemulihan tersebut menjadi perhatian publik setelah sebelumnya masyarakat mengalami gangguan layanan komunikasi dalam kurun waktu yang cukup panjang.

Gangguan jaringan yang berlangsung sekitar enam bulan itu telah berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat setempat. Keterbatasan akses komunikasi menyebabkan terhambatnya berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi keluarga hingga akses informasi yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya penyampaian aspirasi oleh PMAPK Ambon dimulai sejak 7 April 2026, sebagai respons atas keluhan warga yang terus disuarakan. Aspirasi tersebut disampaikan kepada pihak terkait dengan harapan adanya langkah konkret dalam menangani permasalahan jaringan yang terjadi di wilayah tersebut.

Hasil dari upaya tersebut mulai terlihat pada 17 April 2026 sekitar pukul 22.00 WIT, ketika jaringan telekomunikasi di Taituluwaly kembali berfungsi. Masyarakat setempat pun dapat kembali menikmati layanan komunikasi yang sebelumnya tidak dapat diakses secara optimal.

Kembalinya jaringan telekomunikasi tersebut membawa dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat. Warga kini dapat kembali berkomunikasi dengan keluarga yang berada di luar daerah, termasuk anak-anak yang sedang menempuh pendidikan maupun bekerja di perantauan.

Ketua Umum PMAPK Ambon, Jhon G. Mahoklory, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses perbaikan jaringan tersebut. Ia menilai bahwa respons yang diberikan menunjukkan adanya perhatian terhadap aspirasi masyarakat di wilayah kepulauan.

Menurut Jhon, keberhasilan pemulihan jaringan ini menjadi bukti bahwa aspirasi yang disampaikan secara terorganisir dapat memberikan dampak nyata. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, mahasiswa, dan pihak teknis dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur dasar.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Umum PMAPK Ambon, Onisias Salmanu, yang menilai bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa kebutuhan akan jaringan komunikasi saat ini menjadi hal yang sangat mendasar bagi masyarakat.

Namun demikian, di tengah keberhasilan tersebut, PMAPK Ambon juga menyoroti masih adanya kendala jaringan telekomunikasi di Desa Lebelau, Kecamatan Kisar Utara. Hingga saat ini, jaringan Telkomsel di wilayah tersebut dilaporkan belum berfungsi secara optimal.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, keterlambatan perbaikan di Lebelau disebabkan oleh belum tibanya perangkat pendukung yang masih dalam proses pengiriman dari Jakarta menuju Ambon. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang menghambat percepatan pemulihan jaringan.

Setelah perangkat tersebut tiba di Ambon, direncanakan akan segera dikirim ke Pulau Kisar melalui jalur udara. Proses selanjutnya adalah pemasangan perangkat guna mengaktifkan kembali tower telekomunikasi agar dapat melayani kebutuhan masyarakat secara normal.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Umum PMAPK Ambon mengimbau masyarakat Lebelau untuk tetap bersabar sembari menunggu proses distribusi dan pemasangan perangkat. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong percepatan agar permasalahan ini segera terselesaikan.

Sebagai penutup, PMAPK Ambon menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Pulau Kisar, khususnya dalam hal peningkatan infrastruktur telekomunikasi. Organisasi ini berharap adanya perhatian berkelanjutan dari pihak terkait guna memastikan pemerataan layanan komunikasi demi mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Editor: IPAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *