Indonesia Raya Berkumandang Sebelum Bupati Hadir, Aib Protokoler di Deli Serdang, Panitia Dinilai Tidak Hormat Pimpinan
DELI SERDANG – Sebuah insiden protokoler yang mencoreng kewibawaan pimpinan daerah terjadi dalam sebuah acara resmi di Kabupaten Deli Serdang. Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, terpaksa meninggalkan lokasi acara setelah panitia pelaksana memulai upacara dengan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya saat beliau baru saja tiba di lokasi, tepatnya pukul 09.28 WIB.
Peristiwa ini bukan sekadar kesalahan teknis atau salah atur jadwal semata, melainkan dianggap sebagai bentuk ketidaksopanan yang fatal dan penghinaan terhadap pemimpin tertinggi kabupaten.
Sumber dari lingkungan Pemkab Deli Serdang mengungkapkan bahwa Bupati tiba tepat waktu, bahkan belum sempat menginjakkan kaki sepenuhnya di tanah lokasi, namun lagu kebangsaan sudah dikumandangkan oleh panitia.
Wibawa Pimpinan Diinjak-injakPertanyaan besar pun muncul: Apakah panitia tidak melihat kedatangan Bupati? Ataukah ini merupakan kesengajaan yang membiarkan hal memalukan terjadi? Bagaimana mungkin acara sakral dimulai saat pemimpin daerah belum hadir di tempat kehormatan? Aturan protokol, tata krama negara, dan rasa hormat terhadap jabatan seolah dibuang begitu saja.
Sikap tegas Bupati untuk meninggalkan lokasi dinilai sangat wajar dan pantas. Hal ini menegaskan bahwa kewibawaan pimpinan tidak boleh diinjak-injak semena-mena oleh pihak yang tidak paham tugas dan etika penyelenggaraan acara kenegaraan maupun daerah.
Alasan “salah koordinasi” yang mungkin dilontarkan panitia hanyalah dalih tipis untuk menutupi kelalaian fatal dan ketidakmampuan dalam menjalankan tugas.
Panitia Harus Bertanggung JawabInsiden ini menjadi catatan buruk bagi kepanitiaan yang seharusnya menjamin kelancaran dan kehormatan acara. Sebagai tuan rumah dan penyelenggara, kompetensi serta integritas moral seharusnya menjadi syarat mutlak. Tindakan arogan ini tidak hanya mencoreng muka pemerintah daerah, tetapi juga mempermalukan masyarakat Deli Serdang yang menjunjung tinggi pemimpin mereka.
Dr. H. Asri Ludin Tambunan dikenal sebagai pemimpin yang dicintai rakyat dan terus bekerja keras memajukan daerah.
Penghormatan terhadap jabatannya adalah harga mati dalam setiap agenda resmi.
Kami berharap panitia bertanggung jawab penuh atas aib ini dan mengevaluasi diri agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. Kewibawaan Bupati Deli Serdang harus tetap terjaga dan dihormati oleh seluruh elemen masyarakat maupun penyelenggara acara. (Ril)












