Gelper “LION” Diduga Tetap Beroperasi di Lubuk Baja, Respons Aparat Disorot Publik.

Jejak kejahatan | Batam — Aktivitas gelanggang permainan (gelper) bernama LION di kawasan Lubuk Baja, Kota Batam, kembali menjadi sorotan. Lokasi ini diduga masih beroperasi secara terbuka, memunculkan keresahan masyarakat sekaligus pertanyaan serius terhadap efektivitas pengawasan aparat penegak hukum di wilayah tersebut.

Sejumlah informasi yang dihimpun tim Jejak Kejahatan di lapangan menyebutkan, aktivitas di lokasi tersebut berlangsung tanpa hambatan berarti. Dugaan adanya unsur perjudian dalam operasional gelper ini pun menguat, meski hingga kini belum terlihat langkah penindakan yang jelas.

Upaya konfirmasi dilakukan kepada Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie, S.I.K., M.H. Namun, respons yang diberikan justru memicu tanda tanya baru.

Dalam keterangannya, ia mengarahkan agar pertanyaan ditujukan ke pihak lain.“Tanya saja ke mereka atau ke Polres, kami di Polsek tidak bisa berbuat banyak,” ujarnya.

Pernyataan tersebut dinilai publik sebagai bentuk ketidaktegasan sikap, terlebih ketika dugaan aktivitas ilegal disebut terjadi di wilayah hukum yang menjadi tanggung jawabnya.Dalam komunikasi lanjutan, Kapolsek menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polresta Barelang.

Namun hingga saat ini, belum tampak adanya tindakan konkret di lapangan.“Kami sudah koordinasi,” tulisnya melalui pesan singkat.Lebih jauh, pihak kepolisian juga meminta agar dugaan tersebut disertai bukti yang dapat diverifikasi.Pernyataan

Pertanyaan ini memunculkan persepsi bahwa penanganan masih bersifat pasif, menunggu laporan, bukan hasil dari pengawasan langsung.Di sisi lain, masyarakat menilai aparat seharusnya lebih proaktif dalam mendeteksi dan menindak aktivitas yang berpotensi melanggar hukum, terutama yang berkaitan dengan praktik perjudian yang berdampak luas secara sosial.

Berdasarkan penelusuran awal, tidak hanya satu titik, aktivitas gelper serupa disebut masih beroperasi di wilayah Lubuk Baja. Kondisi ini memperkuat desakan publik agar aparat penegak hukum segera melakukan verifikasi lapangan dan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Tim Jejak Kejahatan mencatat seluruh rangkaian komunikasi dan akan menindaklanjuti dengan konfirmasi ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk ke Polresta Barelang serta pengawasan internal kepolisian, guna memastikan proses penanganan berjalan profesional dan transparan.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas di lokasi yang dimaksud disebut masih berlangsung. Jejak Kejahatan akan terus menelusuri perkembangan kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini