
JEJAK KEJAHATAN | BATAM -Ketegangan di antara sesama pengemudi ojek online di kawasan Bengkong akhirnya pecah menjadi aksi kekerasan. Seorang pria berinisial M (32) harus dilarikan dalam kondisi luka serius setelah menjadi korban penusukan oleh rekannya sendiri.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa malam (28/4/2026) sekitar pukul 22.30 WIB di kawasan Golden City, Tanjung Buntung. Informasi yang dihimpun menyebut, insiden ini bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu persoalan yang telah lebih dulu memanas.
Sumber masalah diduga berasal dari praktik orderan fiktif yang dilakukan pelaku berinisial WAS (33). Korban yang mengetahui hal tersebut sempat menegur, namun situasi justru berubah menjadi adu mulut Ketegangan meningkat cepat.
Dalam kondisi emosi, pelaku diduga mengambil senjata tajam dan menyerang korban hingga mengalami luka tusuk di bagian perut Meski terluka, korban masih mampu menyelamatkan diri.
Ia diketahui mendatangi basecamp dalam kondisi lemah dan bersimbah darah pada Rabu dini hari (29/4) sekitar pukul 02.54 WIB.Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mengarahkan korban untuk membuat laporan resmi guna penanganan lebih lanjut.
Saat proses pencarian berlangsung, pelaku justru mengambil langkah mengejutkan dengan menyerahkan diri ke Polsek Bengkong.Pengembangan kasus kemudian mengarah pada penemuan sejumlah barang bukti penting.
Polisi menemukan senjata tajam jenis badik yang disembunyikan di bagian atap rumah kos milik kerabat pelaku.Selain itu, turut diamankan sepeda motor yang digunakan pelaku serta jaket yang dikenakan saat kejadian.
Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui aksi penusukan tersebut. Saat ini, ia telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.Kasus ini dijerat dengan ketentuan pidana dalam KUHP terbaru, dengan ancaman hukuman penjara hingga 12 tahun.
Catatan Redaksi Jejak Kejahatan:Fenomena orderan fiktif bukan sekadar pelanggaran sistem di lapangan, ia bisa memicu konflik nyata. Ketika tekanan ekonomi dan emosi bertemu, kekerasan sering kali menjadi jalan pintas yang berujung penyesalan.












