Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ternyata masih menyisakan sejumlah utang janji kepada warga Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)

JEJAKKEJAHATAN WEB.ID

Tapanuli Selatan – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ternyata masih menyisakan sejumlah utang janji kepada warga Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), pascabanjir bandang yang meluluhlantakkan wilayah tersebut.

Dari sedikitnya tiga janji yang diucapkan Bahlil saat mengunjungi Desa Garoga pada Selasa (2/11/2025), baru satu yang dinilai telah terealisasi.

Sementara janji paling krusial, yakni penyediaan tenda untuk tempat tinggal sementara warga, hingga kini belum sepenuhnya terwujud.Salah satu janji yang disorot warga adalah pemberian 250 unit tenda, atau satu tenda untuk setiap kepala keluarga (KK) terdampak

Padahal jumlah KK di Desa Garoga tercatat sekitar 240 hingga 245 KK, yang seluruhnya kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang.

Namun hingga hari ke-18 pascabanjir, belum satu pun warga menerima tenda untuk ditempati

Kondisi desa masih nyaris sama seperti hari pertama bencana, dengan kayu gelondongan berserakan dan rumah-rumah warga lenyap tersapu air bah.Janji tersebut pertama kali terungkap dari pengakuan Azhar Dalimunte, warga Garoga yang dikenal paling vokal menyampaikan aspirasi langsung kepada Bahlil saat kunjungan menteri tersebut.

“Desa kami harus dikembalikan seperti semula. Kami ini korban, bukan penonton,” ujar Azhar.Saat ini, ratusan warga Garoga terpaksa bertahan di sejumlah posko pengungsian, mulai dari Batu Hula, Puskesmas Batangtoru, Sopo Daganak, hingga aula Kantor Camat Batangtoru. Mereka mengaku tak memiliki pilihan lain karena rumah telah hilang sepenuhnya.

Camat Batangtoru, Mara Tinggi Siregar, membenarkan bahwa hingga kini tenda yang dijanjikan belum diterima warga.“Memang belum ada tenda.

Tapi saya dapat informasi, kemarin sudah dalam perjalanan,” ujar Mara Tinggi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat malam.Selain tenda, janji lain yang disampaikan Bahlil saat itu adalah membantu menyelesaikan persoalan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) warga Garoga yang gagal panen akibat banjir bandang. Warga berharap ada solusi konkret karena sawah mereka rusak total.

Namun terkait janji ini, Camat Batangtoru mengaku belum mengetahui perkembangan lebih lanjut.“Kalau itu saya tidak tahu,” ucapnya singkat.Sementara itu, janji Bahlil terkait pemulihan listrik di wilayah Garoga disebut sudah terealisasi.

Saat kunjungan, Bahlil berjanji memasang tiang listrik tegangan rendah sembari memperbaiki tower listrik yang rusak.Kini, tiang listrik berwarna merah tua terlihat telah terpasang di sisi kiri jalan dari Huta Godang hingga Desa Garoga, menandakan listrik tegangan rendah sudah kembali menyala.

Meski demikian, warga menilai janji soal listrik belum cukup menjawab penderitaan mereka. Salah seorang warga mengaku bingung harus tinggal di mana setelah desanya hampir hilang dari peta.“Tidak mungkin kami tinggal di rumah orang lain. Kampung ini tempat kelahiran kami, tidak mungkin kami tinggalkan,” ujarnya.

Kemarahan warga juga dipicu oleh keberadaan kayu gelondongan yang terseret banjir bandang. Mereka menduga kayu tersebut berasal dari aktivitas penebangan di kawasan hulu.“Kami tidak tahu nama perusahaannya. Katanya untuk lahan plasma sawit di gunung sana. Informasi itu kami dapat setelah kejadian,” kata warga.Dalam kesempatan yang sama, Riswan Pohan, kepala desa setempat, juga menyampaikan keluhan langsung kepada Bahlil.

Ia menjelaskan bahwa sekitar 45 hektare sawah warga gagal panen total akibat banjir bandang, sementara banyak warga terjerat utang KUR.“Sekarang sawah kami terendam. Banyak warga gagal panen. Mau bayar pakai apa kami, Pak?” ucap Riswan kala itu.Warga berharap janji Menteri ESDM tidak hanya berhenti pada ucapan di lokasi bencana, melainkan benar-benar diwujudkan.

“Mudah-mudahan Pak Bahlil menepati janjinya. Jangan hanya dibicarakan di sini, tapi tidak ditepati,” tegas Azhar.Sumber : Tribun Medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *