Ada Jejak Gelap Konspirasi di Kebakaran Maut Gedung Terra Drone dan Bencana Sumatera

JEJAKKEJAHATAN WEB.ID

JAKARTA

Insiden kebakaran dahsyat di kantor operasional PT Terra Drone Indonesia di Kemayoran pada awal 2025 lalu, bukan hanya merenggut 22 nyawa, tetapi juga secara tak terduga membuka berbagai pertanyaan tentang jejak operasi Terra Drone tersebut.

Terra Drone bukan sekadar operator drone biasa, terungkap fakta bahwa Terra Drone ternyata merupakan aktor utama di balik pemetaan dan survei lahan perkebunan skala besar, termasuk ratusan ribu hektare konsesi sawit di Sumatera.

Keberadaan Terra Drone di Indonesia, yang merupakan bagian dari Terra Drone Corporation asal Jepang, ternyata memiliki peran strategis jauh lebih dalam dari yang diketahui publik.

Terra Drone dikenal sebagai penyedia jasa survei udara, pemetaan 2D/3D, inspeksi infrastruktur, dan pemodelan lahan menggunakan teknologi LiDAR untuk sektor migas, pertambangan, dan konstruksi.

Selama lima tahun terakhir, perusahaan ini secara intensif menangani pemetaan detail lahan perkebunan, khususnya sawit, dalam skala yang masif.

Melalui teknologi drone yang dilengkapi sensor canggih, Terra Drone mampu memberikan data presisi tentang batas wilayah, kesehatan tanaman, dan topografi lahan kepada perusahaan-perusahaan perkebunan besar.

** Bencana Banjir Bandang di Sumatera ***

Banjir bandang yang menerjang Aceh, Sumut dan Sumbar menjadi sorotan publik akhir-akhir ini. Terlebih lagi, bandang turut membawa kayu gelondongan.

Beberapa perusahaan sawit dan tambang pun yang disebut-sebut menjadi biang penggundulan hutan diblokir pemerintah.

Namun warganet meyakini, masih banyak perusahaan raksasa yang belum tersentuh hukum usai merusak hutan.

Dan semua data itu, ada di Terra Drone. Hal itu yang membuat muncul teori konspirasi di balik terbakarnya kantor Terra Drone.

Akun X @jhonsitorus_19 yang menyebut Terra Drone sempat memetakan lahan sawit di Sumatera.

“Ternyata gedung Terra Drone yang terbakar itu sempat memetakan industri sawit di Sumatera. Apakah ini kebetulan dengan bencana banjir bandang di Sumatera? Kalau sampai ada unsur rekayasa, alangkah BIADABNYA sampai mengorbankan 22 nyawa termasuk ibu hamil,” tulisnya.

** Dibantah Polisi, Namun… **

Isu konspirasi soal kebakaran Gedung Terra Drone yang menewaskan 22 karyawan ditepis. Isu liar itu ramai di medsos, menyebut tragedi maut di Kemayoran itu terkait pemetaan lahan sawit di Sumatera. Namun pihak kepolisian membenarkan bahwa Terra Drone melakukan pemetaan aera perkebunan.

“Alat (drone) itu memang dipakai untuk agrikultur, memetakan area perkebunan termasuk kegiatan pertanian. Tapi fokus kami tetap pada penyebab kebakaran yang memakan korban jiwa dalam jumlah fantastis,” tegas Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Jumat, 12 Desember 2025.

Meski begitu, Susatyo tak menutup pintu bila nantinya ada kaitan dengan perkara pembalakan liar di wilayah utara Sumatera. Kalau memang ada irisan kasus, ia memastikan penyidik akan berkoordinasi.

“Kalau memang ada, penyidik bencana alam di Sumatra pasti komunikasi dengan kami. Tapi sejauh ini, tidak ada permintaan apa pun dari tim penyidik di sana,” tandasnya.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, ikut menegaskan hasil penyidikan sementara tdak ada tanda-tanda sabotase.

“Sampai saat ini tidak ada korelasinya dengan sabotase. Tidak ada indikasi penghilangan data atau apa pun seperti yang diviralkan,” kata Roby memotong spekulasi.

Sejauh ini Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wisnu Wardhana, ditetapkan sebagai tersangka. Michael diduga melakukan kelalaian yang membuat terjadinya kebakaran.

Michael disebut gagal total di level manajemen. Tidak membuat atau memastikan SOP penyimpanan baterai drone yang akhirnya menjadi sumber api. Parahnya lagi, sebagai pucuk pimpinan, dia tak memastikan jalur evakuasi dan sistem keselamatan bekerja.

“Tidak menunjuk petugas K3, tidak lakukan pelatihan keselamatan. Pintu darurat nihil. Sistem keselamatan bangunan amburadul. Jalur evakuasi pun nggak dipastikan berfungsi,” sebut Susatyo.

Penyebab kebakaran dipicu empat tumpukan baterai 30 ribu mAh yang jatuh dan menimbulkan percikan api. Lalu menyambar bateri lainnya hingga membakar lantai 1 gedung.

“Tidak ada SOP penyimpanan baterai berbahaya. Ruang penyimpanan bahan flammable nggak standar,” papar Susatyo lagi.

TerraDrone #konspirasi #polisi #sawit #tambang #hutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *